24 12 2008

PENGURUS DAN KARYAWAN PII CABANG BATAM MENGUCAPKAN SELAMAT TAHUN BARU 1 MUHARRAM 1430 HIJRIYAH





BERITA

22 12 2008

BALAI PENINGKATAN KEAHLIAN TEKNIK KONSTRUKSI KECIPTAKARYAAN BPK-SDM DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM BEKERJASAMA DENGAN PII CABANG BATAM AKAN MENYELENGGARAKAN PELATIHAN AHLI DISTRIBUSI AIR MINUM YANG DIRENCANAKAN BERLANGSUNG PADA BULAN MARET 2009 DI BATAM. PELATIHAN INI DIBIAYAI DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM KECUALI SERTIFIKAT INSINYUR PROFESIONAL (IP) MENJADI TANGGUNG JAWAB PESERTA.

INFORMASI LEBIH LANJUT DAPAT DITANYAKAN PADA SEKRETARIAT PII CABANG BATAM





PENGUMUMAN

12 12 2008

PENGUMUMAN PELATIHAN

Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Cabang Batam akan menyelenggarakan Pelatihan Ahli Drainase Perkotaan yang direncanakan berlangsung pada bulan May 2009 di Batam.

Persyaratan mengikuti pelatihan tersebut dapat lansung ditanyakan pada sekretariat PII Cabang Batam.





BERITA PII

9 12 2008
PII BERIKAN PENGHARGAAN KEPADA DIRJEN BINA MARGA

Persatuan Insinyur Indonesia (PII) memberikan penghargaan Honorary Fellow kepada Direktur Jenderal Bina Marga Dr.Ir. Achmad Hermanto Dardak, Msc. Penghargaan tersebut diberikan pada Malam Penganugerahan ASEAN Federation of Engineering Organizations  ( AFEO) Honorary & Asean Engineering Award yang diadakan di Hotel Gran Mahakam, Jakarta, Kamis (4/12) malam.

Hermanto Dardak yang menjabat sebagai Ketua Badan Kejuruan Sipil dalam kepengurusan pusat PII sejak 2005, dinilai berperan dalam pengembangan sertifikasi insinyur profesional PII. Penghargaan diserahkan secara langsung oleh Ketua Umum PII Ir. Airlangga Hartarto, MMT., MBA

Selain Hermanto Dardak penghargaan serupa juga diberikan kepada enam orang lainnya yaitu Prof.Dr.Ir. Kamaruddin Abdullah, IPU, Ir. Istanto Oerip, Ir. Tjipto Kusumo, Ir. Agusman Effendi, Ir. Herman Afif Kusumo, dan Ir. Dedi Aditya Sumanagara.

Penganugerahan AFEO Honorary & Asean Engineering Award, semula akan diberikan di Bangkok, Thailand. Namun hal tersebut urung dilakukan karena munculnya gejolak politik yang menyebabkan penutupan international Airport Suvarnabhumi dan Airport Don Mueang akibat demonstrasi.

 

Dalam kesempatan tersebut, PII juga menganugerahi Angineering Award 2006 & 2008 kepada Dr. Eng. Eniya Listiani Dewi B. Eng,M.Eng dan Ir. Suardi Bahar,MT,IPM. Sementara penghargaan khusus diberikan kepada Ir.Bambang Soesijanto dan Ir.Habimono Koesoebjono.

Malam penganuegerahan tersebut juga dihadiri delegasi PII untuk Conference Asean Federation of Engineering Organization (CAFEO) 26 yang digelar di Bangkok Thailand. CAFEO adalah Konferensi Federasi Organisasi Insinyur se-ASEAN yang bertujuan untuk mengidentifikasi solusi rekayasa dan penggunaan teknologi secara bijaksana untuk kemakmuran bumi. Disamping itu diharapkan dapat mendukung pencarian tanpa akhir dari peningkatan teknologi untuk membawa kesejahteraan dan kenyamanan hidup.

CAFEO telah diadakan secara rutin setiap tahun sejak 1982, dengan pergantian tuan rumah diantara 10 anggota ASEAN seperti Brunei Darussalam, Kamboja, Indonesia, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura Thailand dan Vietnam. Dalam sejarahnya konferensi ini menarik lebih dari 200 orang asing dan 300 insinyur professional lokal dari berbagai industri, bidang dan sektor.

CAFEO ke-26 tahun 2008 ini diselenggarakan di Bangkok, Thailand dan sebagai tuan rumah (penyelenggara) adalah Engineering Institute of Thailand Under Royal Patronage bekerja sama dengan The Thailand Council of Engineers.

Pusat Komunikasi Publik Departemen Pekerjaan Umum

051208





PROGRAM PROFESI INSINYUR UGM

9 12 2008

UGM BUKA PROFESI INSINYUR TAHUN 2006

Pada hari Selasa, 29 November 2005 lalu, telah dilakukan pertemuan antara Persatuan Insinyur Indonesia, Fakultas Teknik UGM dan Fakultas Teknologi Pertanian UGM. Kegiatan yang dilakukan di Fakultas Teknik UGM ini, untuk menindaklanjuti pelaksanaan MoU tiga pihak pada Sidang Dewan Insinyur PII di Bukittinggi, 30 April 2005. Nota kesepahaman diantaranya mendorong pembukaan program profesi insinyur (Ir.) seperti yang diamanatkan dalam UU 20/2003 tentang Sisdiknas.

Seperti dinyatakan oleh Ir. Lamhot Sinaga, Direktur Eksekutif PII, hasil survey yang dilakukan PII di tahun 2003 menunjukkan bahwa Sarjana Teknik dan Sarjana Teknologi di Indonesia belum mampu memenuhi kriteria “engineer” seperti yang dimaksudkan ABET (Accredditations Board of Engineering and Technology). Termasuk diantara criteria yang belum terpenuhi adalah kemampuan bekerja antar kejuruan dan ketrampilan praktek keinsinyuran. “Sehingga dengan demikian lulusan Fakultas Teknik dan Fakultas Teknologi di Indonesia secara substantif belum memiliki hak untuk disebut sebagai seorang “engineer” atau insinyur. Alumni perguruan tinggi sekarang ini masih diarahkan untuk memenuhi gelar akademik ST atau STP – bukan gelar profesi”, kata pak Lamhot.

Sementara itu, Dr. Ir. Danang Parikesit selaku Ketua PII DIY menyebutkan bahwa gelar profesi insinyur merupakan galar yang tidak saja berkaitan dengan kemampuan analisis dan eksekusi proyek ke-insinyur-an, melainkan juga memiliki implikasi tanggungjawab publik. “Sebagai contoh anjloknya jalan tol Cipularang merupakan bentuk tanggung jawab publik (tanggung renteng) dari para insinyur perancang, pengawas dan pelaksana konstruksi-dan bukan semata-mata perusahaan konstruksi dan PT. Jasa Marga”, terang dosen FT UGM ini.

Pak Danang mengatakan dengan pemberian gelar insinyur, maka asosiasi profesi seperti PII memiliki tanggung jawab untuk pembinaan profesi selain tanggung jawab pendidikan profesi yang menjadi tanggung jawab perguruan tinggi.

Asisten Wakil Rektor bidang Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat UGM ini juga mengungkapkan, UGM melalui FT dan FTP bersama-sama dengan PII telah mengembangkan program profesi insinyur yang memiliki muatan 30 % teori dan 70 % praktek, terutama dalam bentuk kegiatan pemagangan/internship dengan industri dan pemberian materi oleh praktisi. “Koordinator tim program profesi ini adalah Prof. Dr. Ir. Wahyudi dari FT UGM”, tukas pak Danang.

Setelah mengikuti pendidikan profesi, lanjut pak Danang, maka seorang sarjana dengan gelar akademik ST atau STP akan berhak mendapatkan gelar Ir dan akan menjadi pintu masuk ke dunia kerja ke-insinyur-an dan berhak atas tanggungjawab perancangan, supervise, dan pelaksana proyek.

Dengan demikian, Ir. Rauf Purnama selaku Ketua PII Pusat berharap bahwa Program Profesi Insinyur dapat diluncurkan tahun 2006, sekaligus untuk menyongsong terbitnya UU Keinsinyuran yang saat ini sedang dalam pembahasan di DPR. (Humas UGM)





PROGRAM PROFESI INSINYUR UI

8 12 2008

Kerja Sama PII dan FT-UI – Pihak Persatuan Insinyur Indonesia (PPI) dan Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FT-UI) menandatangani nota kesepahaman setelah sepakat untuk bekerja sama melaksanakan “Program Profesi Insinyur”. Siaran pers PII di Jakarta hari Senin (19/7) menyebutkan, program ini berbeda dengan gelar akademik. Gelar profesi diberikan apabila seseorang yang memperoleh gelar akademik sarjana teknik (ST) berniat meraih gelar profesi insinyur (Ir) untuk berpraktik. Gelar ini diperoleh setelah mengambil program pendidikan profesi insinyur. (*)

KOMPAS 20 JULI 2004





PROGRAM PROFESI INSINYUR UNHAS

8 12 2008

Jumat, 21-09-2007 | 18:35:59 

Teknik Unhas Buka Program Profesi Insinyur

Laporan: Meliana Bory. mhellonk_ftuh@yahoo.com
 

Makassar, Tribun – Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin (Unhas) bekerja sama dengan Persatuan Insinyur Indonesia (PII) wilayah Sulsel akan membuka program profesi insinyur yang setara dengan program profesi kedokteran, profesi farmasi, dan kedokteran gigi.

 

Program baru ini dikemukakan Dekan Fakultas Teknik Unhas, Prof Dr Ir M Saleh Pallu, di kampus Unhas Tamalanrea, Makassar, Jumat (21/9). Program profesi ini tertuang dalam memorandum of understanding (MoU) Fakultas Teknik Unhas dan PII Sulsel yang dilakukan di kampus Unhas Baraya, Makassar.

Program yang merupakan lanjutan dari jenjang strata satu (S1) itu akan dibuka bagi seluruh mahasiswa fakultas teknik Unhas yang ingin melanjutkan gelarnya ke arah insinyur.

“Kami nanti akan mendidik di fakultas teknik selama satu tahun dan akan memberikan gelar langsung insinyur dan sertifikat. Gelar mahasiswa akan dua yakni insinyur dan sarjana teknik (ST),” jelas Saleh. (ina) Tribun Timur








Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.